Selasa, 29 April 2025

ANTROPOLOGI

 Fungsi Organ Tubuh Manusia dalam melengkapi Bukti Hukum dalam sebuah Kasus


UNIVERSITAS MPU TANTULAS JAKARTA
Nama Mahasiswa  : Irwan Nazri
Dosen Pengampu  : Serepina Tiur Maida S.Sos., M.Pd., M.I.Kom



A. Manusia dan Ilmu Anatomi 

1. Manusia sebagai organisme multiseluler yang kompleks membutuhkan kerja sama berbagai alat tubuh yang tersusun hierarkis mulai dari sel, jaringan, organ, hingga sistem organ. Sistem organ sendiri merupakan kumpulan organ dengan fungsi yang saling berkaitan untuk menjalankan tugas tertentu, seperti sistem pencernaan yang melibatkan mulut, lambung, dan usus. Kerusakan pada satu organ dalam sistem dapat mengganggu fungsi keseluruhan sistem tersebut, sebagaimana kebocoran lambung akan menghambat proses pencernaan.

2. Ilmu Anatomi memegang peranan krusial dalam penelitian antropologi fisik karena berfungsi untuk meneliti ciri-ciri berbagai bagian kerangka, tengkorak, dan tubuh manusia secara umum. Penelitian ini menjadi objek penting bagi ahli antropologi fisik dalam upaya memahami asal mula dan penyebaran manusia, serta hubungan di antara berbagai ras di dunia.

B. Mengenal Sistem Organ Manusia

 

Sistem Organ merupakn kumpulan organ manusia yang bekerja sama dan saling mempengaruhi serta saling ketergantungan dalam melakukan fungsi organ yang lebiih kompleks   


beberapa fungsi sistem Organ  manusi sebagai berikut :














C. Antropologi Fisik dan Antropologi Forensik

Antropolgi merupakn cabah keilmuan yang erat sekali kaitannya dengan kehidupan manusia, di antara dari cabang cabang keilmuan Antropologi di antaranya adalah Antropologi Fisik dan Antropologi Forensik, kedua cabang ilmu antropologi ini sering di pakai untuk mengidentifikasi dan mencari bukti hukum dalam sebugah kasus hukum , utamanya yang barkaitan dengan fisik atau tubuh manusia, berikut pengertian dari antropologi Fisik dan antropologi Forensik :

1. Antropologi Fisik ialah salah satu cabang ilmu antropologi yang membahas fisik atau tubuh manusia yang tampak oleh mata, selain itu antropologi fisik juga mempelajari bagaimana evolusi manusa. Secara umum antropologi fisik di begai menjadi dua bagian yaitu Paleoantropologi yang berfokus kepada membahas asal usul dan evolusi manusia dengan berbagai bahan penelitian seperti fosil manusia yang berasal dari zaman dahulu. Kemuadaian bagian kedua adalah Antropologi biologi yang masih termasuk kedalam pembahasan Antropologi fisik dimana antropologi biologi ini berfokus kepada pembahasan terhadap bentuk fisik manusia mulai dari cici - ciri tubuh, warna kulit, bentuk tubuh, bentuk muka, warna mata dan organ tubuh manusia lainnya.

2. Antropologi Forensik ialah cabang ilmu antropologi yang berbasis pada esteologi dan anatomi tubuh manusia yang di gunakan untuk upaya identifikasi individu untuk kepentingan hukun dan peradilan. melalui antropologi forensik kita dapat menentukan jumlah individu, membedakan potongan tubuh manusia atau tulang yang bersal dari manusia atau bukan, sampai kepada dapat memprofil secara biologis seperti ras, kelamin, tinggi , serta usia dari potongan tubuh atau tulang manusia yang belum 
teridentifikasi.


C. KESIMPULAN

Berdasarkan perspektif fungsi organ tubuh manusia dalam melengkapi bukti hukum, dapat disimpulkan bahwa ilmu anatomi, sebagai bagian penting dari antropologi fisik, memegang peranan krusial. Pemahaman mendalam tentang struktur dan ciri-ciri organ tubuh manusia, mulai dari tingkat sel hingga sistem organ, memungkinkan para ahli antropologi forensik untuk melakukan identifikasi individu dan menganalisis temuan fisik dalam konteks hukum. Antropologi forensik, yang berbasis pada osteologi dan anatomi, memanfaatkan pengetahuan ini untuk menentukan identitas, jumlah individu, asal-usul potongan tubuh, hingga profil biologis korban. Dengan demikian, analisis organ tubuh dan kerangka manusia secara ilmiah menjadi landasan penting dalam menyediakan bukti hukum yang kuat dan membantu mengungkap kebenaran dalam berbagai kasus.




Sumber :
1. Presentasi ibu Serepina Tiur Maida S.Sos., M.Pd., M.I.Kom, Antroplogi "Organ Manusia",
                                                              Tahun 2025.
2. https://kumparan.com/berita-update/pengertian-antropologi-fisik-dan-budaya-sebagai-cabang-ilmu-antropologi-21XqIVRrdF7/3 
4. Dian Novitasari1 , Istiqomah2 , Rheza Rizaldy3, "IDENTIFIKASI ANTROPOLOGI
                          FORENSIK PADA INVESTIGASI KASUS TEMUAN RANGKA
                          MANUSIA - CASE SERIES", Prosiding KONGRES XV & HUT KE – 52
                          PAAI 2023 - 4 th LUMMENS: “The Role of Gut-Brain Axis in Indonesian
                          Human Development”
5. https://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_organ 


Sabtu, 26 April 2025

ANTROPOLOGI

 

Mengenal Lebih Dalam tentang Kepribadian: Siapa Diri Kita Sebenarnya?


UNIVERSITAS MPU TANTULAS JAKARTA
Nama Mahasiswa  : Irwan Nazri
Dosen Pengampu  : Serepina Tiur Maida S.Sos., M.Pd., M.I.Kom








Pernahkah kamu bertanya-tanya mengapa setiap orang begitu berbeda? Jawabannya terletak pada kepribadian! Secara sederhana, kepribadian adalah susunan unik dari akal dan jiwa yang menentukan bagaimana kita berpikir, merasa, dan bertindak. Ini adalah ciri khas watak yang konsisten, membuat kita memiliki identitas yang berbeda dari orang lain.

Prof. Dr. Koentjaraningrat dalam bukunya "Pengantar Antropologi" mendefinisikan kepribadian sebagai "Susunan unsur-unsur akal dan jiwa yang menentukan perbedaan tingkah laku atau tindakan dari tiap-tiap individu manusia."

Apa Saja Unsur-Unsur Pembentuk Kepribadian?

Kepribadian kita ternyata dibangun dari beberapa elemen penting:

  • Pengetahuan: Ini mencakup segala yang kita serap melalui pengamatan, persepsi, konsep, dan bahkan fantasi. Otak kita mengolah berbagai informasi menjadi pemahaman tentang lingkungan sekitar.
  • Perasaan: Alam kesadaran kita juga dipenuhi oleh "perasaan," yaitu penilaian subjektif terhadap pengetahuan kita sebagai sesuatu yang positif atau negatif. Perasaan ini seringkali memicu "kehendak," keinginan untuk mendapatkan hal yang menyenangkan atau menghindari hal yang tidak menyenangkan. Emosi adalah kehendak yang lebih kuat dan intens.
  • Dorongan Naluri: Selain dari pengetahuan, kita juga memiliki dorongan-dorongan bawaan yang berasal dari organ tubuh kita. Beberapa dorongan naluri yang utama adalah dorongan untuk mempertahankan hidup, seks, mencari makan, bergaul, meniru, berbakti, dan menikmati keindahan.

Lebih Dalam: Kerangka Pemahaman Kepribadian Menurut A. F. C. Wallace

Seorang ahli Etnopsikologi, A. F. C. Wallace, menawarkan kerangka yang lebih sistematis tentang kepribadian, meliputi:

  • Kebutuhan dan Dorongan: Berbagai kebutuhan biologis dan psikologis kita, yang bisa terpenuhi (positif) atau tidak terpenuhi (negatif).
  • Identitas Diri dan Kesadaran Kategorisasi: Kesadaran kita akan diri sendiri (fisik dan psikologis) dan pemahaman kita tentang berbagai kategori di sekitar kita (manusia, hewan, tumbuhan, benda, dll.).
  • Cara Memenuhi Kebutuhan: Berbagai cara yang kita gunakan untuk memenuhi, memperkuat, berhubungan, mendapatkan, atau memanfaatkan kebutuhan kita hingga mencapai kepuasan.

Macam-Macam Kepribadian: Dari Individu Hingga Budaya

Kita bisa melihat kepribadian dari berbagai sudut pandang:

  • Kepribadian Individu: Setiap orang memiliki struktur kepribadian yang unik karena perbedaan pengalaman, pengetahuan, perasaan, dan keinginan.
  • Kepribadian Umum: Penelitian yang mempelajari pola pengasuhan anak dalam suatu budaya dapat memberikan gambaran tentang kepribadian yang cenderung dominan dalam masyarakat tersebut.
  • Kepribadian Barat dan Timur: Konsep ini membandingkan pandangan hidup. Kepribadian Barat cenderung menekankan materialisme, logika, hubungan berdasarkan manfaat, dan individualisme. Sementara itu, Kepribadian Timur lebih mengutamakan kerohanian, mistisisme, pemikiran prelogis, keramah-tamahan, dan kehidupan sosial. Namun, penting untuk diingat bahwa perbedaan ini bersifat relatif.

Mengungkap Diri dengan Teori Big Five Personality

Salah satu teori kepribadian yang populer adalah Big Five Personality, yang menyatakan bahwa kepribadian setiap individu dapat diukur melalui lima dimensi utama:

  • Openness (Keterbukaan): Sejauh mana seseorang terbuka terhadap pengalaman dan ide baru. Individu dengan high openness cenderung ingin tahu, kreatif, dan suka mencoba hal baru. Sebaliknya, low openness cenderung lebih tradisional dan tidak suka perubahan.
  • Conscientiousness (Kehati-hatian): Menggambarkan tingkat kehati-hatian, organisasi, dan tanggung jawab seseorang. Individu dengan high conscientiousness biasanya optimis, terorganisir, detail-oriented, dan pandai merencanakan. Low conscientiousness cenderung lebih impulsif dan kurang terstruktur.
  • Extraversion (Ekstraversi): Menunjukkan bagaimana seseorang berinteraksi secara sosial. Individu dengan high extraversion suka keramaian, mudah berteman, dan senang menjadi pusat perhatian. Low extraversion cenderung lebih pendiam, tertutup, dan menikmati waktu sendiri.
  • Agreeableness (Keramahan): Mencerminkan cara seseorang berhubungan dengan orang lain, termasuk tingkat kepercayaan, altruisme, dan empati. Individu dengan high agreeableness biasanya penuh empati, bisa dipercaya, dan peduli pada orang lain. Low agreeableness cenderung lebih egois, manipulatif, dan sulit memaafkan.
  • Neuroticism (Neurotisisme): Berkaitan dengan stabilitas emosi seseorang. Individu dengan high neuroticism cenderung mudah stres, cemas, dan moody-an. Low neuroticism umumnya lebih optimis, percaya diri, dan stabil secara emosional.

Manusia: Makhluk Unik dengan Potensi Besar

Sebagai makhluk yang unik, manusia dikaruniai akal, rasa, kehendak, dan intuisi yang memungkinkan kita untuk menentukan sikap dan terus mengembangkan diri. Kita tidak hanya bereaksi terhadap lingkungan, tetapi juga mampu mengolah dan memahami apa yang kita hadapi.

Dalam konteks kebangsaan, Pancasila memberikan tuntunan bagi manusia Indonesia untuk memiliki kepribadian yang tangguh dan hidup secara baik.

Memahami kepribadian, baik diri sendiri maupun orang lain, adalah kunci untuk membangun hubungan yang lebih baik dan menjalani hidup yang lebih bermakna. 



Sumber :

Persentasi Ibu Serepina Tiur Maida S.Sos., M.Pd., M.I.Kom. 2025

Senin, 14 April 2025

ANTROPOLOGI

 KEANEKARAGAMAN MANUSIA


UNIVERSITAS MPU TANTULAS JAKARTA
Nama Mahasiswa  : Irwan Nazri
Dosen Pengampu  : Serepina Tiur Maida S.Sos., M.Pd., M.I.Kom


DepositFotho





Keaneka ragaman manusia adalah kondisi atau siatuasi yang menunjukkan manusia yang beraneka ragam  baik secara fisik, kebudayaan, suku, agama, gender, sosial, dan lain lain.  

Manusia merupakann makhluk dengan banyak keunikan serta keistimewaan yang melahirkan cipta karya dan rasa.  Sejak dilahirkan manusia dibekali dengan akal dan pikiran sehingga manusia mampu meciptakan beragam budaya yang mnciptakan berbagai keragaman sosial agama dan lain lain di luar keberagaman lahiriahnya.

Keberagaman suku bangsa ini terbentuk pengelompokan manusia pada suatu wiilayah yang memiliki kebiasaan yang sama serta memiliki garis keturunan yang sama yang mendiami suatu wilayah tertentu. Sementara keberagaman ras pada manusia tercipta karena adanya pengelompokan manusia yang memiliki  ciri – ciri lahiriah yang contohnya adalah ciri ciri- fisik seorang manusia samadengan manusia lainnya seperti warna kulit, bentuk rambut, tinggi badan , gender dan lain lain sehingga  manusia tersebut dapat di golongkan dalam satu ras.

Keberagaman sosial itu sendiri terbentuk setelah adanya masyarakat yang tercipta karena interaksi sosial yang terjadi antara manusia dengan manusia lainnya, keragaman sosial ini terjadi akibatkan terciptanya suku-suku , kemudian agama dari hasil interaksi sosial yang di lakukan oleh manusia dengan manusia lainnya sehingga membentu kelompok kelompok masyarakat dengan berbagai status sosial.

Keberagagaman budaya pada manusia mengandung nilai nilai yang luhur yang terbentuk dari warisan dari kelompok manusia sebelumnya secara turun temurun, adapun budaya yang di wariskan oleh manusia terdahulu tersebut meliputi tempat tinggal adat, pakaian adat, senjata tradisional, upcara adat, bahasa daerah tarian daerah, seni pertunjukan dan lain lain.

Dari narasi di atas dapat di simpulkan bahwa :

Keanekaragaman manusia adalah sebuah keniscayaan yang mencakup berbagai aspek kehidupan, mulai dari perbedaan fisik, suku, ras, agama, gender, hingga budaya dan status sosial. Keberagaman ini tercipta melalui proses panjang interaksi sosial dan warisan budaya yang diwariskan secara turun-temurun. Setiap aspek keanekaragaman, baik itu suku, ras, sosial, maupun budaya, memiliki peran penting dalam membentuk identitas manusia dan masyarakat. Oleh karena itu, pemahaman dan penghargaan terhadap keanekaragaman manusia menjadi kunci penting dalam menciptakan masyarakat yang harmonis dan inklusif.

 

Sumber :

1.        Dra, Hj. Fatmawaty Harahap, Map, Manusia, Keragaman Dan Kesederajatan” Fakultas Pertaniaan UMA 2019.

2.        Ignatius Aditya Pratama Keanekaragaman Manusia” UPT Perpustakaan ISI  Yogyakarta

3.        https://kumparan.com/sejarah-dan-sosial/perbedaan-keberagaman-sosial-dan-keragaman-budaya-21wavXpyLlh/full


Minggu, 13 April 2025

ANTROPOLOGI

DAMPAK GLOBALISASI BAGI INDENTITAS BUDAYA LOKAL




UNIVERSITAS MPU TANTULAS JAKARTA
Nama Mahasiswa  : Irwan Nazri
Dosen Pengampu  : Serepina Tiur Maida S.Sos., M.Pd., M.I.Kom


A. Globalisasi Pada Kebudayaan Lokal 

Dipengaruhi dan mempengaruhi merupakan salah satu bentuk interaksi sosial masyarakat, hal ini merupakan hal yang wajar dimana interaksi sesama individu , masyarakat atau kelompok  - kelompok masyarakat pada suatu wilayah  yang saling  mempengaruhi serta mengalami perubahan merupakan sifat yang penting dalam kebudayaan manusia, tanpa kemampuan itu budaya tidak dapat menyesuaikan diri denga keadaan yang selalu berubah . saat ini perubahan terjadi sangat cepat, hal itu ditandai dengan beberapa  negara berkembang yang mengalami percepatan dalam perubahan kebudayaan, sementara selama ini  negara-negara maju melakukan perubahan membutuhan beberpa generasi , tidak dapat di pungkiri bahwa perubahan terhadap negara Indonesia dan negara - negara berkembang lainnya dikarenakan adanya pengaruh - pengaruh dari luar. interaksi yang dilakukan kepada pihak luar membawa kamajuan pada sebuah negara, hal inilah yang terjadi dalam proses globalisasi, pada proses ini kita bisa berkesimpulan bahwa globalisasi tidak hanya permasalahan ekonomi namun juga berkaitan dengan isu nilai nilai budaya dan makna yang terkandung di dalamnya.


B. Pengaruh Globalisasi Terhadap Budaya Lokal


Indonesia merupakan negara besar yang kaya akan keragaman budaya, saat ini indonesia sedang menghadapi tnatangan globalisasi, dimana globalisasi membawa banyak sekalli perubahan dalam berbagia aspek kehidupan tidak terlepas olehnya adalah pengaruh terhadap budaya di indonesia, dengan berkembangnya teknologi terutama pada perkembangan teknologi informasi menghadirkan tantangan bagi budaya lokal di indonesia, dimana saat ini arus informasi sangat di dominasi oleh budaya asiang, terutama pada budaya eropa, korea, amerika sehingga berdampak pada pola dan gaya hidup masyarakat Indonesia saat ini., hal ini tidak hanya berdampak pada gaya hidup semata namun juga berdampak pada perubahan norma sosial dan enggannya generasi muda Indonesia untuk melestarikan budaya lokalnya sehingga memperlambat pelestarian budaya lokal itu sendiri. Namun dari beberapa sisi negatif yang di rasakan dari dampak Globalisasi di indonesia, ada beberpa sisi Positif yang dapat di ambil dari perkembangan Globalisasi itu sendiri di antaranya adalah  menjadikan massyarakat indonesia lebih kreatif dalam melestarikan budaya lokal dengan ide ide baru yang tidak merubah identias budaya lokal itu sendiri dengan memanfaatkan teknologi informasi untuk memperkenalkan budaya lokal indonesia kehadapan dunia, perkembangan globalisasi tidak dapat di tolak kareana globalisasi merupakan perkembangan zaman yang pasti dan akan terjadi sehingga masysrakat luas harus bijak dalam menyikapi arus globalisasi ini sehingga mampu menciptakan keseimbangna  antar perubahan global dan melestarikan budaya lokal yang merupakan bagian dari identitas nasional.
 

C. Sasaran Utama Globalisasi


Dengan perkembangan pesat teknologi digital dan media sosial serta mudahnya mengakses informasi menjadikan generasi muda saat ini sangat mudah sekali terpengaruh globalisasi, mereka menjadi generasi yang sangat mudah terpengaruh di bandingkan generasi sebelum mereka. hal inij menyebabkan terjadinya pergeseran nilai-nilai budaya, sosial dan prilaku yang sangat signifikan,  genenrasi muda ini cenderung mengikuti gaya hidup dan dan budaya dari luar dari pada melestarikan budaya lokalnya sendiri, hal itu terjadi karena generasi muda saat ini mengangggap bahwa budaya lokal adalah budaya yang kuno dan ketinggalan zaman. jika di biarkan terus terusan sperti ini  dan tidak ada upaya edukasi dan upaya dalam menyadarkan pentingnya melestarikan budaya lokal kepada generasi muda maka bukan tidak mungkin dimasadepan identitas nasional kita sebagai bangsa yang memiliki beragam budaya terancam tidak dapat dilestarikan sehingga punah tergerus oleh globalisasi. oleh kareana itu penting untuk memberikan perhatian khusus pada generasi muda agar mereka dapat memfilter pengaruh globalisasi sambil tetap menghargai dan melestarikan budaya asli mereka (Hamisa et al., 2023; Habibullah, 2022) 


D.  Dampak Positif dan Negatif Globalisasi Terhadap Identitas Budaya lokal 


Globalisasi merupakan sebuah prosen ketika hal-hal menjadi lebih mudah di jangkau atau di akses, hal ini sulit untuk di hindari oleh sebuah negara namun hal ini tetap dapat disaring  sehingga menjadikan globalisasi berdampak positif bagi sebuh negara.terutama pada budaya :

1. Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tentunya dapat membuat kehidupan menjadi lebih efisisn efektif dan produktif, selainitu berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi mampu membuat budayawan menjadi lebih kreatif dalam melestarikan serta memperkenalkan budayanya kepada khalayak luas.

2. Perubahan Sikap dan Tata Nilai

Perubahan sikap dan tatanilai yang di pengaruhi oleh globalisasi adalah menjadikan masyarakat mampu berfikikir secara mandiri, berfikir rasional, sportif , meningkatkan etios kerja, disiplin dan pekerja keras.  hal ini merupakan perubahan cara hidup, pemikiran dan sikap seseorang yang dapat menerima dan menyeimbangkan globalisasi dengan budayanya.

3. Mudahnya penyebaran Budaya

Dampak globalisasi pada budaya dari sisi positif selanjutnya adalah kemudahan dalam memperkenalkan budaya dari setiap negara. Bahkan, hal ini turut berdampak terhadap ekonomi pariwisata suatu negara. Oleh sebab itu, setiap negara perlu lebih kreatif dalam menyikapi globalisasi, sehingga bisa memperoleh dampak yang menguntungkan.

Selain Dampak Positif, globalisasi juga memiliki dampak Negatif terhadap budaya lokal, diantaranya adalah sebagai berikut :

1. Hilangnya Budaya Asli Suatu Daerah

Galobalisasi yang tidak disikapi dengan bijak dapat berpengaruh terhadap hilangnya budaya asli pada suatu daerah dimana hal ini terjadi karena moderenisasi yang terlalu masif di kalangan generasi muda tanpa di imbangi dengan edukasi terhadap pentingnya budaya lokal untuk terus di lestarikan.

2. Lunturnya Nilai Budaya

Nilai-nilai budaya yang dimiliki masyarakat Indonesia bisa asaja luntur apabila nilai-nilai budaya asing yang masuk yang merupakan dampak globalisai tidak dapat disikapi dengan bijak dan disaring dengan baik sehingga  nilai budaya tersebut pun perlahan akan luntur dan ditinggalkan.

3. Perubahan Gaya Hidup

Dampak globalisasi pada budaya dari sisi negatif yang terakhir adalah terjadinya perubahan gaya hidup. Masyarakat cenderung semakin individualis, pragmatis, hedonisme, konsumtif, hingga sekuler.


E. Strategi Mempertahankan Identitas Budaya Lokal


Dampak yang saat ini dirasakan dengan derasnya arus globalisasi adalah banyaknya masyarakat yang mulai meninggalkan budayanya dan mengadopsi budaya luar karena di anggap lebih simple dan praktis dan mereka lupa bahwa budaya mereka adalah merupakan identitas bangsa yang harus terus dilestarikan. Untuk menghadapi tantangan ini, diperlukan upaya kolektif dalam menjaga dan melestarikan budaya lokal agar tetap bertahan di tengah derasnya pengaruh global (Hamisa et al., 2023; Mubah, 2011).
berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk melestarikan budaya lokal indonesia di era globalisasi:

1. Memahami dan Menggali Budaya Lokak Secara Mendalam
Dengan pemahaman yang mendalam, masyarakat dapat lebih peka terhadap elemen-elemen budaya yang perlu dilestarikan agar tidak hilang seiring dengan perkembangan zaman (Bayuseto et al., 2023).

2. Aktif Dalam Kegiatan Budaya
Melibatkan diri dalam kegiatan - kegiatan budaya lokal dapat memacu dan meningkatkan kepedulian kita terhadap kebaradaan kebudayaan itu sendiri sehingga membangkitkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya majaga tradisi.

3. Memperkenkan Budaya Lokal ke Dunia Internasional
Saat bepergian ke luar negeri, masyarakat Indonesia dapat mempromosikan budaya lokal dengan menggunakan produk asli Indonesia, sehingga memberikan contoh konkret bagaimana budaya lokal dapat terus hidup dan dihargai di panggung dunia (Firdaus Al Ghafiqi et al., 2023). 

4. Menjadikan Budaya lokal Sebagai Bagian dari Identitas
Salah satu cara paling efektif untuk melestarikan budaya adalah dengan menjadikannya sebagai bagian dari identitas diri. Kebanggaan terhadap budaya lokal ini akan membangun ketahanan budaya di tengah arus globalisasi yang semakin kuat. Dengan demikian, budaya lokal tidak hanya akan dipertahankan, tetapi juga dikembangkan sebagai bagian dari identitas bangsa yang kuat

5. Mengembangkan produk Seni dan Ekspor Budaya
Dengan menembus pasar internasional, produk seni lokal tidak hanya akan dikenal di tingkat global, tetapi juga mendapatkan apresiasi yang lebih luas (Silalahi, 2023).



Sumber :

1. Sa'roni SH,MH., " Pengeruh globalisasi terhadap eksistensi Kebudayaan daerah" Jurnal Ilmiah Kedirgantaraan Vol. 15 No.1 Edisi     
Februaru 2018 .

2. Ashari Siregar, Dhita Dwi Yanti, Dinda Valicia Sipayung, Muhammad Ibnu Adani, Novita Paskah Rianti, Ika Purnamasari,  "Penagaruh
 Globalisasi Terhadap Identitas Budaya Lokal" JIIC : Jurnal Intelektual Insan Cendikia Vo. 1 No 8, Oktober 2024. E-ISSN : 3047-7824

3. https://kumparan.com/sejarah-dan-sosial/6-dampak-globalisasi-pada-budaya-secara-positif-dan-negatif-22MxPsxgkpc/4

ANTROPOLOGI (ANALISA FILM)

  TUGAS MATA KULIAH ANTROPOLOGI MENGANALISA FILM “ GOWOK KAMASUTRA JAWA” BERDASARKAN PERSPEKTIF DARI SISI BUDAYA, ETIKA, SOSIAL DAN AGAM...