Sabtu, 26 April 2025

ANTROPOLOGI

 

Mengenal Lebih Dalam tentang Kepribadian: Siapa Diri Kita Sebenarnya?


UNIVERSITAS MPU TANTULAS JAKARTA
Nama Mahasiswa  : Irwan Nazri
Dosen Pengampu  : Serepina Tiur Maida S.Sos., M.Pd., M.I.Kom








Pernahkah kamu bertanya-tanya mengapa setiap orang begitu berbeda? Jawabannya terletak pada kepribadian! Secara sederhana, kepribadian adalah susunan unik dari akal dan jiwa yang menentukan bagaimana kita berpikir, merasa, dan bertindak. Ini adalah ciri khas watak yang konsisten, membuat kita memiliki identitas yang berbeda dari orang lain.

Prof. Dr. Koentjaraningrat dalam bukunya "Pengantar Antropologi" mendefinisikan kepribadian sebagai "Susunan unsur-unsur akal dan jiwa yang menentukan perbedaan tingkah laku atau tindakan dari tiap-tiap individu manusia."

Apa Saja Unsur-Unsur Pembentuk Kepribadian?

Kepribadian kita ternyata dibangun dari beberapa elemen penting:

  • Pengetahuan: Ini mencakup segala yang kita serap melalui pengamatan, persepsi, konsep, dan bahkan fantasi. Otak kita mengolah berbagai informasi menjadi pemahaman tentang lingkungan sekitar.
  • Perasaan: Alam kesadaran kita juga dipenuhi oleh "perasaan," yaitu penilaian subjektif terhadap pengetahuan kita sebagai sesuatu yang positif atau negatif. Perasaan ini seringkali memicu "kehendak," keinginan untuk mendapatkan hal yang menyenangkan atau menghindari hal yang tidak menyenangkan. Emosi adalah kehendak yang lebih kuat dan intens.
  • Dorongan Naluri: Selain dari pengetahuan, kita juga memiliki dorongan-dorongan bawaan yang berasal dari organ tubuh kita. Beberapa dorongan naluri yang utama adalah dorongan untuk mempertahankan hidup, seks, mencari makan, bergaul, meniru, berbakti, dan menikmati keindahan.

Lebih Dalam: Kerangka Pemahaman Kepribadian Menurut A. F. C. Wallace

Seorang ahli Etnopsikologi, A. F. C. Wallace, menawarkan kerangka yang lebih sistematis tentang kepribadian, meliputi:

  • Kebutuhan dan Dorongan: Berbagai kebutuhan biologis dan psikologis kita, yang bisa terpenuhi (positif) atau tidak terpenuhi (negatif).
  • Identitas Diri dan Kesadaran Kategorisasi: Kesadaran kita akan diri sendiri (fisik dan psikologis) dan pemahaman kita tentang berbagai kategori di sekitar kita (manusia, hewan, tumbuhan, benda, dll.).
  • Cara Memenuhi Kebutuhan: Berbagai cara yang kita gunakan untuk memenuhi, memperkuat, berhubungan, mendapatkan, atau memanfaatkan kebutuhan kita hingga mencapai kepuasan.

Macam-Macam Kepribadian: Dari Individu Hingga Budaya

Kita bisa melihat kepribadian dari berbagai sudut pandang:

  • Kepribadian Individu: Setiap orang memiliki struktur kepribadian yang unik karena perbedaan pengalaman, pengetahuan, perasaan, dan keinginan.
  • Kepribadian Umum: Penelitian yang mempelajari pola pengasuhan anak dalam suatu budaya dapat memberikan gambaran tentang kepribadian yang cenderung dominan dalam masyarakat tersebut.
  • Kepribadian Barat dan Timur: Konsep ini membandingkan pandangan hidup. Kepribadian Barat cenderung menekankan materialisme, logika, hubungan berdasarkan manfaat, dan individualisme. Sementara itu, Kepribadian Timur lebih mengutamakan kerohanian, mistisisme, pemikiran prelogis, keramah-tamahan, dan kehidupan sosial. Namun, penting untuk diingat bahwa perbedaan ini bersifat relatif.

Mengungkap Diri dengan Teori Big Five Personality

Salah satu teori kepribadian yang populer adalah Big Five Personality, yang menyatakan bahwa kepribadian setiap individu dapat diukur melalui lima dimensi utama:

  • Openness (Keterbukaan): Sejauh mana seseorang terbuka terhadap pengalaman dan ide baru. Individu dengan high openness cenderung ingin tahu, kreatif, dan suka mencoba hal baru. Sebaliknya, low openness cenderung lebih tradisional dan tidak suka perubahan.
  • Conscientiousness (Kehati-hatian): Menggambarkan tingkat kehati-hatian, organisasi, dan tanggung jawab seseorang. Individu dengan high conscientiousness biasanya optimis, terorganisir, detail-oriented, dan pandai merencanakan. Low conscientiousness cenderung lebih impulsif dan kurang terstruktur.
  • Extraversion (Ekstraversi): Menunjukkan bagaimana seseorang berinteraksi secara sosial. Individu dengan high extraversion suka keramaian, mudah berteman, dan senang menjadi pusat perhatian. Low extraversion cenderung lebih pendiam, tertutup, dan menikmati waktu sendiri.
  • Agreeableness (Keramahan): Mencerminkan cara seseorang berhubungan dengan orang lain, termasuk tingkat kepercayaan, altruisme, dan empati. Individu dengan high agreeableness biasanya penuh empati, bisa dipercaya, dan peduli pada orang lain. Low agreeableness cenderung lebih egois, manipulatif, dan sulit memaafkan.
  • Neuroticism (Neurotisisme): Berkaitan dengan stabilitas emosi seseorang. Individu dengan high neuroticism cenderung mudah stres, cemas, dan moody-an. Low neuroticism umumnya lebih optimis, percaya diri, dan stabil secara emosional.

Manusia: Makhluk Unik dengan Potensi Besar

Sebagai makhluk yang unik, manusia dikaruniai akal, rasa, kehendak, dan intuisi yang memungkinkan kita untuk menentukan sikap dan terus mengembangkan diri. Kita tidak hanya bereaksi terhadap lingkungan, tetapi juga mampu mengolah dan memahami apa yang kita hadapi.

Dalam konteks kebangsaan, Pancasila memberikan tuntunan bagi manusia Indonesia untuk memiliki kepribadian yang tangguh dan hidup secara baik.

Memahami kepribadian, baik diri sendiri maupun orang lain, adalah kunci untuk membangun hubungan yang lebih baik dan menjalani hidup yang lebih bermakna. 



Sumber :

Persentasi Ibu Serepina Tiur Maida S.Sos., M.Pd., M.I.Kom. 2025

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

ANTROPOLOGI (ANALISA FILM)

  TUGAS MATA KULIAH ANTROPOLOGI MENGANALISA FILM “ GOWOK KAMASUTRA JAWA” BERDASARKAN PERSPEKTIF DARI SISI BUDAYA, ETIKA, SOSIAL DAN AGAM...