PERAN KELUARGA DALAM MEMINIMALISIR DAMPAK DARI CYBERBULLIYING TERHADAP ANAK
Fakultas Hukum Universitas Mpu Tantular JakartaNama Mahasiswa : Irwan Nazri Dosen Pengampu : Serepina Tiur Maida, S.Sos., M.Pd., M.I.Kom.
A. PENTINGNYA PENCEGAHAN CYBERBULLIYING DIMULAI DARI RUMAH / KELUARGA
Masalah kekerasan dan intimidasi dikalangan anak - anak, dikenal sebagai bulliying dan bulliying ini banyak jenis dan macamnya, dengan berkembang pesatnya teknologi , terutama teknologi digital dimana pada saat ini sangat mudah untuk mengakses informasi dari berbagai platform, tidak hanya mendapatkan informasi saja yang dapat dilakukan sebagai dampak positif dari kemajuan teknoligi digital saat ini, ada pula dampak negatif yang ditimbulkannya yaitu maraknya perundungan yang dilakukan menggunakan media digital seperti media sosial yang sekrang ini sudah sangat berkembang pesat, kegiatan perundungan melalui media sosial ini biasanya disebut sebagai cyberbulliying. Korban dari kegiatan ini tidak hanya anak anak, orang dewasa juga bisa menjadiv korban cyberbulliying ini, dalam mencegah dam nekan jatuhnya korban baik itu dari kelurga kita ataupun orang lain perlu adanya pengawasan dan peranan orangtua dan keluraga. Pentingnya pencegahan cyberbulliying ini dimulai dari lingkungan rumah, yaitu orangtua dan anggota kelurga lainnya ialah terkadang kita tidak menyadari bahwa bulliying itu sendiri bisa berasal dari lingkungan dan orang - orang terdekat korban itu sendiri. Maka dari itu peranan orang tua dan kelurga sangat dibutuhkan dalam mencegah hal itu terjadi.
B. PERAN KELUARGA DALAM MENCEGAH CYBER BULLIYING
Dalam mencegah terjadinya tindakan bulliying khususunya cyberbulliying, peran keluarga sangat dibutuhkan dalam menekan tindakan - tindakan bulliying khususnya cyberbulliying. berikut bebebrapa peranan penting keluarga dalam mencega cyberbulliying terutama peran orang tua dalam membentuk karakter seorang anak dalam mencegah bulliying khususunya cyberbulliying:
1. MEMBANGUN HUBUNGAN YANG BAIK DAN SEHAT DENGAN ANAK
Membangun hubungan yang sehat dengan anak merupakan saalah satu hal terpenting yang harus dilakukan oleh orang tua, Meluangkan waktu , mendengarkan serta memahami perasaan meraka merupakan hal - hal penting yang harus dan wajib dilakukna orang tua jika ingin anaknya tidak menjadi korban atau bahkan menjadi pelaku cyberbulliying. sebab dengan hubungan yang sehat seorang anak akan terbuka dan cenderung bercerita kepada orangtuanya ketika ia menghadi masalah.
2. MENENTUKAN ATURAN DAN NORMA YANG JELAS
Setelah terjali hubungan yang baik dan sehata antara anak dan orangtua , kemudian orang tua juga perlu menerapkan aturan dan norma yang kjelas di dalam rumah dengan menjaga kedisiplinan dan memperkuat kerja sama antar anggota keluarga dapat mencegah anak atau anggota keluarga kita menjadi korban cyber bulliying atau bahkan mencegah anggota keluarga kita menjadi pelaku cyber bullliying.
3. MEMBERI CONTOH / TELADAN YANG BAIK
Prilaku anak merupakan reprensentatif dari bagaimana prilaku orangtuanya dirumah, maka menjadi penting untuk memperlihatkan keteladanan / mencontohkan prilaku yang baik kepada anak. orang tua merupakan orang pertama yang dipelajari oleh seorang anak. anak - anak meniru semua yang ia amati dari orang tuanya dana mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari hari. Hal ini sejalan dengan
Abdullah Nashih Ulwan (dalam Juwita & Yunitasari, 2024:885-886) bahwasanya
menganalisis perilaku anak untuk menentukan hal yang baik dan buruk merupakan hal
penting yang harus diperhatikan. Jika orang tua memperlihatkan sifat-sifat seperti
kejujuran, integritas moral, keberanian, dan kepatuan terhadap nilai-nilai agama, akan
mempengaruhi anak untuk mengikuti contoh perilaku yang baik, menjauhi perilaku
menyimpang dari ajaran agama.
4. MENGAJARKAN PENDIDIKAN KARAKTER
Dalam mencegah bulliying khususnya cyberbulliying pendidikan karakter yang di berikan oleh orangtua sejak dini juga dapat membantu dalam pencegahan cyberbulliying , pendidikan karakter dapat mengurangi resiko anak menjadi pelaki maupun korban dari cyberbulliying. Mengajarkan pendidikan karakter terhadap anak merupakan bekal awal seorang anak untuk menjalani kehidupannya. Anak - anak usia dini memiliki prilaku yang spontan baik pada saat melakukan kegiatan maupun pada saat berinteraksi dengan orang lain, mereka tidak dapat membedakan apakah prilaku yang mereka tunjukkan dapat di terima oleh orang sekitarnya atau tidak, sehingga pendiidkan karakter inilah yang menjadi bekal meraka dalam mengontrol prilaku meraka pada saat melakukan kegiatan atau berinteraksi dengan orang lain.
5. MENGAJARKAN TENTANG TEKNOLOGI DENGAN BIJAK
Penggunaan teknologi yang tidak bijak dapat menjadi faktor yang meningkatkan risiko cyberbullying di rumah. Keluarga harus bekerjasama dalam mengajarkan anak-anak tentang penggunaan teknologi yang aman dan bertanggung jawab. Menjaga privasi online, tidak menyebarkan informasi pribadi, dan memperlakukan orang lain dengan hormat di dunia maya adalah langkah-langkah yang penting dalam mencegah cyberbullying
Dapat disimpulkan bagaimana pentingnya peranan orangtua dan keluraga dalam pencegahan cyberbulliying sebagai langkah paling awal dalam membentuk prilaku anak agar tidak menjadi pelaku bahkan korban dari cyberbulliying. Dalam pencegahan perilaku cyberbullying pada anak, peran keluarga terutama
orang tuaa sangat dibutuhkan diantaranya dengan membangun komunikasi yang baik,
memberikan keteladanan, serta membentuk nilai moral dan etika sehingga anak akan
menjadi orang yang lebih tangguh dan bertanggung jawab. Selain itu, ketika orang tua
dapat menciptakan kedekatan emosional, memberikan pendampingan dan dukungan
maka anak akan merasa aman, percaya diri, serta mampu mengembangkan hubungan
sosial yang sehat. Sedangkan ketika orang tua saling kerja sama, memenuhi kebutuhan,
dan meluruskan sistem keluarga sehingga anak akan berkembang dalam lingkungan
yang stabil dan mendukung perkembangannya secara optimal.
sumber :
1.https://www.bener.desa.id/pencegahan-bullying-di-rumah-peran-orang-tua-dan-keluarga/.
2.Ghalda Hamidah, Lilis Karwati, Bayu Adi Laksono, Jurnal Penidiikan Luar Sekolah, Peran Keluaraga Dalam Mencegah Prilaku Bulliying pada Anak Usia Dini, Vol. 18, No. 2, November 2024, hlm.95- 105.


Materinya sangat bermanfaat. Tks
BalasHapus